Pagi Tadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Semburkan Kolom Abu 1000 Meter Diatas Puncak

Selasa, 31 Desember 2019 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda mengalami erupsi dengan semburan abu mencapai 1000 meter di atas puncak. Peristiwa ini terjadi pagi tadi Selasa (31/12/2019) pukul 06.51 wib.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam keterangan tertulisnya menyebutkan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Selasa tanggal 31 Desember 2019 pukul 06.51 wib.
Erupsi dilaporkan dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 meter di atas puncak. Sedangkan ketinggian puncak Gunung Anak Krakatau ± 1.157 meter di atas permukaan laut. Artinya ketinggian kolom abu mencapai 2.157 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi ini terekam Selasa pagi tadi di seismogram dengan amplitudo maksimum 41 mm dan durasi ± 1 menit 33 detik.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status Level II (Waspada). PVMBG pun merekomendasikan masyarakat ataupun wisatawan untuk tidak mendekati area puncak dalam radius 2 km dari kawah.

Sebelum erupsi pagi tadi tadi, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi dini hari tadi Selasa (31/12/2019) pukul 00.00 wib – 06.00 wib. Saat itu ada tiga kali gempa letusan dan enam kali gempa hembusan.

“Tapi tidak terdengar suara dentuman,” sebut Kepala PVMBG, Kasbani.

Gunung Anak Krakatau berada di Pulau Anak Krakatau. Ada empat pulau disekitar itu yakni Pulau Rakata, Pulau Anak Krakatau, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Keempat pulau ini berasal dari sistem gunung berapi tunggal Krakatau.
Keempat pulau yang berasal dari letusan Gunung Krakatau pada 26-27 Agustus 1883 lalu itu berada di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera. Namun kawasan yang sudah menjadi cagar alam ini masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.
Gunung Anak Krakatau ini mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018. Kemudian diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Letusan pernah terjadi pada tanggal 13 November 2019.
Gunung Anak Krakatau yang berada di kawasan Selat Sunda ini merupakan salah satu dari 17 gunung api di Indonesia yang saat ini berstatus Waspada (level II).  Di atasnya, ada gunung tiga gunung api yang lebih aktif dan masuk status Siaga (level III).
“ Ketiga gunung aktif yang sudah berstatsu Siaga yakni Gunung Karangetan (Sulawesi Utara), Gunung Agung (Bali), dan Gunung Sinabung (Sumatera Utara),” sebut PVMBG.(kkc)

Berita Terkait

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan
Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal
Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas
Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI
Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat
Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi
Hutan Luluhlantak, Mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbayah Dibidik APH Tapi Belum Tersangka
Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan PWI dan Kemenhan Gelar Retret di Cibodas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:16 WIB

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:54 WIB

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Senin, 9 Februari 2026 - 07:19 WIB

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:50 WIB

Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat

Berita Terbaru