Di Aceh, Seorang Anak Tega Bunuh Ibu Kandung Sendiri Gara-gara Tak Diberi Uang

Minggu, 12 Juli 2020 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Melalui Qanun, Pemerintahan Aceh telah memberlakukan syariat Islam bagi penduduk Aceh yang beragama Islam ataupun bukan beragama Islam, namun perbuatan biadab warganya seperti anak membunuh ibu kandung sendiri tetap saja terjadi.
Seperti dilansir Kompas.com, Nasrul Ibrahim (43) warga Aceh Utara tega membunuh ibu kandungnya sendiri Fatimah Sulaiman (63). Wanita, warga Desa Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ini dibunuh secara sadis oleh anaknya sendiri hanya gara-gara tak diberi uang.
Bahkan, menurut Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi, dalam rekontsruksi di TKP yang diperagakan dalam 26 adegan 9 Juli lalu, terungkap pembunuhan ini berencana karena Nasrul Ibrahim membeli sebilah pisau sepekan sebelum pembunuhan dilakukan.
“Dia sudah beli pisau, lalu disimpan di pohon pisang belakang rumah korban. Saat masuk ke rumah dia lewat dinding belakang, dan membawa pisau. Saat itu korban sedang tidur,” kata AKP Rustam dalam siaran persnya, seperti dilansir Kompas, Sabtu (11/7/2020).
Pada malam kejadian itu, tersangka membangunkan korban yang sedang tertidur. Korban sempat menanyakan untuk apa pisau ditangan tersangka. Tersangka minta uang, korban menjawab tidak ada. Korban berjalan ke arah pintu depan untuk membuka pintu.
“ Saat itulah tersangka menarik rambut korban agar tidak membuka pintu depan. Di situlah korban ditikam pada bagian leher sebelah kanan dan mendorong tubuh ibunya hingga tersungkur ke tanah,” kata Rustam
Setelah membunuh korban, pelaku keluar lewat dinding belakang. Lalu berpura-pura menangis dan meminta tolong warga. “Kalung emas korban sempat diambil,” ujarnya
Bahkan tersangka pergi ke rumah warga lainnya untuk mengatakan ibunya telah meninggal dunia. Menangis histeris dan menunggu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Jadi ini sudah direncanakan. Kalau tidak diberi uang, maka akan dibunuh. Sekarang berkasnya terus kita lengkapi dan segera kita limpahkan ke jaksa,” pungkas Kasat Reskrim, Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi (smh)

Berita Terkait

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan
Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal
Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas
Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI
Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat
Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi
Hutan Luluhlantak, Mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbayah Dibidik APH Tapi Belum Tersangka
Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan PWI dan Kemenhan Gelar Retret di Cibodas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:16 WIB

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:54 WIB

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Senin, 9 Februari 2026 - 07:19 WIB

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:50 WIB

Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat

Berita Terbaru