Harga BBM Non Subsidi Turun, Untuk Riau Masih Saja Lebih Tinggi dari Daerah Lain

Jumat, 1 Desember 2023 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti pertamax, pertamax turbo, dexlite dan pertamina dex. mulai 1 Desember 2023.
Namun demikian, harga BBM non subsidi untuk Riau masih lebih tinggi dari daerah lain seperti Jakarta, Aceh, Sumut, bahkan harga BBM di Riau lebih tinggi dari Sumbar ataupun dari Batam
Seperti dilansir CNN Indonesia yang dikutip dari Mypertamina, harga Petamax di Riau Rp14.250. Sementara Jakarta hanya Rp 13.350, Aceh Rp13.650, Sumut Rp13.950, Sumbar juga Rp13.950
Begitu juga di Batam, harga Pertamax hanya Rp13.050, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung dan Jambi harga Pertamax Rp13.950. Harga Pertamax di Riau sama dengan harga di Kepri dan Bengkulu Rp14.250
Dan yang paling menyolok perbedaannya yakni harga Pertamax Turbo. Di Riau harga Pertamax Turbo Rp16.050. Padahal di Jakarta hanya Rp15.350, Aceh Rp15.350, Sumut, Sumbar, Sumsel dan Lampung Rp 15.700

Herannya di Batam harga Pertamax Turbo hanya Rp14.500. Di Jambi dan Bangka Belitung Rp 15.700. Harga Pertamax Turbo di Riau sama dengan harga di Kepri dan Bengkulu Rp 16.050
Kendati begitu, harga Pertalite setelah mengalami penurunan sama merata di Sumatera, Jawa, Bali, NTT dan NTB yakni Rp 10.000.
Dari laman Mypertamina disebutkan penyesuaian harga BBM ini dalam rangka mengimplementasikan Kepmen ESDM No. 245 tahun 2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 tahun 2020 tentang Formula Harga Dasar
Sedihnya, sekalipun Riau sebagai daerah penghasil, namun selalu jadi bulan-bulanan. Lihat saja, selain harga BBM non subsidi di Riau lebih tinggi, lifting minyak Riau 2023 ini dilaporkan tidak mencapai target
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyebutkan terjadi penurunan produksi untuk Blok Rokan yang dikelola PHR (Pertamina Hulu Rokan). Hal ini disebabkan persoalan teknis seperti kebocoran fasilitas pipa minyak.
Dari kondisi ini sangat dikhawatirkan jika berdampak pada besaran dana bagi hasil migas untuk Riau. Kalau saja ini terjadi, dipastikan penerimaan daerah Riau akan melorot tajam. (smh)

Berita Terkait

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan
Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal
Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas
Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI
Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat
Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi
Hutan Luluhlantak, Mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbayah Dibidik APH Tapi Belum Tersangka
Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan PWI dan Kemenhan Gelar Retret di Cibodas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:16 WIB

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:54 WIB

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Senin, 9 Februari 2026 - 07:19 WIB

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:50 WIB

Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat

Berita Terbaru