Bantuan Keuangan Prov Riau Belum Dimasukkan Dalam Estimasi Penerimaan Daerah Kuansing

Selasa, 28 Februari 2017 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com) – Entah apa alasannya. Nyatanya sampai saat ini Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman belum juga menandatangani besaran bantuan keuangan Pemrov Riau untuk Kuansing.

Akibatnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kuantan Singingi tidak bisa memuat besaran bantuan keuangan Pemrov Riau dalam estimasi penerimaan daerah yang dituangkan dalam KUA-PPAS tahun anggaran 2017.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Mulyadi kepada KuansingKita.com Selasa (28/2/2017) menyebutkan bantuan keuangan Provinsi Riau memang sengaja belum dimasukkan dalam estimasi penerimaan daerah.

Alasan Mulyadi besaran nilai bantuan keuangan Pemrov Riau sampai saat ini belum ada kepastian. “ Besaran bantuan keuangan Pemrov Riau belum ditandatangani Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman. Jadi belum ada kepastian,” kata Mulyadi.

Pria asal Pulau Godang Kari ini menambahkan jika nanti bantuan keuangan Pemrov Riau dikucurkan, dananya akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2017. Hanya saja, katanya, untuk saat ini TAPD belum berani berspekulasi tentang besaran bantuan keuangan Pemrov Riau.

“ Sia-sia kalau sesuatu yang belum pasti dimasukkan dalam estimasi penerimaan daerah,” kata Mulyadi.

Mulyadi membeberkan estimasi penerimaan daerah yang dituangkan dalam KUA-PPAS hanya sebesar Rp 1.256.937.706.001. Estimasi ini merupakan akumulasi dari besaran transfer pusat ke daerah ditambah target PAD dan dana bagi hasil provinsi.

Namun demikian Mulyadi mengungkapkan estimasi penerimaan daerah yang dituangkan dalam KUA-PPAS ini sudah dipangkas sebesar 10 persen untuk safety. Ini dilakukan untuk mengantisipasi jika realisasi transfer pusat ke daerah tidak mencapai target.

“ Kita sudah melakukan safety lebih dulu. Jika realisasi transfer pusat ke daerah tidak mencapai target, Pemkab tidak lagi akan terbelit hutang yang besar,” papar Mulyadi (kkc)

 

Berita Terkait

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
DAS Kuantan Saat Ini Mengalami Degradasi Ekosistem
Konflik Persoalan Pemilik Kios Pasar Bawah Telukkuantan dan Pemda Kuansing, Berpotensi Berlarut-larut
PWI Kuantan Singingi Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Penertiban PETI di Cerenti
Pengadilan Negeri Telukkuantan Damaikan 8 Perkara Pidana Melalui Restorative Justice
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:46 WIB

Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:25 WIB

Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:28 WIB

Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:29 WIB

DAS Kuantan Saat Ini Mengalami Degradasi Ekosistem

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB