Ramalan Astronomi LAPAN tentang Fenomena Gerhana Matahari Cincin di Kampung Bungsur Sangat Tepat Tanpa Terkoreksi

Jumat, 27 Desember 2019 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK (KuansingKita) – Ramalan astronomi tentang fenomena alam Gerhana Matahari Cincin atau Annular Solar Eclipse yang dipredikasi LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) di Kantor Pusat Sains Antariksa LAPAN April 2019 akhirnya terbukti sangat tepat tanpa terkoreksi satu detikpun.
Dalam rapat koordinasi dengan pemeritah daerah yang akan dilewati Gerhana Matahari Cincin, di Kantor Pusat Sains Antariksa, April 2019 lalu, LAPAN mempredikasi Gerhana Matahari Cincin paling sempurna terpantau dari Kabupaten Siak, Provinsi Riau tepatnya di Kampung Bungsur pada Kamis 26 Desember 2019 pukul 12.15 wib hingga pukul 12.19 wib
Dari pantuan KuansingKita di Kampung Bungsur, fase Gerhana Matahari dimulai pukul 10.45 wib, saat itu lingkaran bulan tampak mulai menyentuh matahari. Bulan terlihat terus bergerak sekalipun perlahan tapi semakin menutupi matahari. Kondisi bulan menutupi matahari atau fase Gerhana Matahari Cincin dimulai pukul 12.15. Sedangkan fase puncak pukul 12.17 wib dan berakhir pukul 12.19 wib.
Gerhana matahari cincin (Foto LAPAN)
Saat Gerhana Matahari Cincin berlangsung pukul 12.15 wib hingga pukul 12.19 wib, lapangan sepak bola Kampung Bungsur dijejali pengunjung. Mereka datang untuk menyaksikan fenomena alam yang kesempurnaannya hanya bisa teramati dari koordinat yang sama, sekali dalam 300 tahun.
Dalam rilisnya LAPAN menyebutkan ada 3 persitiwa gerhana matahari terjadi sepanjang 2019. Namun yang dapat teramati dari wilayah Indonesia hanya Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019. Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian terjadi 6 Januari 2019. Gerhana ini hanya bisa teramati dari wilayah Pasifik Utara
Gerhana matahari kedua terjadi 2 Juli 2019. Ini merupakan Gerhana Matahari Total. Momen Gerhana Matahari Total 2019 ini sangat diburu oleh para astronom.  Pasalnya momen ini akan menjadi perayaan 100 tahun teori relativitas Einstein. Hanya saja Gerhana Matahari Total ini tidak bisa teramati dari wilayah Indonesia. Fenomena ini hanya bisa teramati dari wilayah Pasifik Selatan.
“Hanya Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019 yang bisa teramati dari wilayah Indonesia,” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaludin
Wilayah Indonesia yang dilewati Gerhana matahari Cincin 26 Desember 2019 (Foto LAPAN)
Dipaparkan, secara umum, Gerhana Matahari Cincin terjadi tiap 1-2 tahun sekali. Sebelum 26 Desember 2019, Gerhana Matahari Cincin terakhir terjadi pada tanggal 26 Februari 2017. Untuk 6 tahun ke depan Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 21 Juni 2020, 10 Juni 2021, 14 Oktober 2023, dan 2 Oktober 2024.
“ Dari semua tanggal ini, hanya gerhana pada tahun 2019 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia,” tutur Thomas Djamaludin.
Fenomena alam Gerhana Mathahari Cincin yang diamati 26 Desember 2019 dari Kampung Bungsur, Sungai Apit, Siak ini telah dikemas oleh pemerintah Siak sebagai destinasi wisata. Semuanya memang terlihat tertata dengan baik. Hanya saja, ada yang terabaikan, sinyal untuk komunikasi kurang diperhatikan, sehinga banyak wartawan mengeluh tidak bisa mengirimkan foto (kkc).

 

 

 

Berita Terkait

Riau Dinilai Masih Abai dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
Riau Berpeluang Tingkatkan Ekonomi Daerah Lewat Kerja Sama dengan Singapura
Gajah Dibunuh di Konsesi PT RAPP Bukti Lemahnya BKSDA Riau Membangun Koeksistensi
Gajah Teso Nilo dan Maraknya Perambahan Hutan Masiv
Dr Elviriadi dan Rocky Gerung Didaulat sebagai Narasumber dalam Seminar Nasional di Grand Elite Hotel Pekanbaru Sabtu Nanti
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar Lantik Pengurus PWI Rohul 2024–2027. Perkuat Narasi Pembangunan Daerah
Jalan di Pekanbaru dan Dumai Kembali Mulus, Warga dan Walikota Berterima Kasih pada Pj Gubrei
Pria di Bengkalis yang Kalungkan Bendera Merah Putih di Leher Anjing Ternyata Asal Penjaringan Jakarta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

Riau Dinilai Masih Abai dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:05 WIB

Riau Berpeluang Tingkatkan Ekonomi Daerah Lewat Kerja Sama dengan Singapura

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:59 WIB

Gajah Dibunuh di Konsesi PT RAPP Bukti Lemahnya BKSDA Riau Membangun Koeksistensi

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:58 WIB

Gajah Teso Nilo dan Maraknya Perambahan Hutan Masiv

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:19 WIB

Dr Elviriadi dan Rocky Gerung Didaulat sebagai Narasumber dalam Seminar Nasional di Grand Elite Hotel Pekanbaru Sabtu Nanti

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB