UU Hamidy Budayawan Riau dari Kuansing

Minggu, 5 Maret 2017 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian besar budayawan, seniman bahkan jurnalis senior di Riau ini lahir dari produk UU Hamidy. UU Hamidy adalah budayawan Riau asal Kuansing. UU Hamidy lahir di Siberakun 17 November 1943.

UU Hamidy meraih gelar sarjana pendidikan bidang Bahasa dan Sastra dari IKIP Malang pada tahun 1970. Mulai 1971 UU Hamidy bekerja sebagai tenaga edukatif pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan Unevrsitas Riau.

Sepanjang karirnya di dunia tulis-menulis, UU Hamidy menerbitkan sedikitnya 50 judul buku. Sebagian besar karyanya bertemakan tentang kajian kebudayaan Melayu, kesusastraan, dan pengembangan budaya Melayu yang bermartabat.

Pada tahun 1978-1979, UU Hamidy memperdalam study tentang Kebudayaan Melayu pada Jabatan Pengajian Melayu Unversiti Malaya Kuala Lumpur. Ia meraih gelar Master of Arts dengan tesis berjudul Randai Dalam Kehidupan Masyarakat Melayu Riau (1980).

Tulisan UU Hamidy banyak tersebar di dalam dan di luar negeri. Ia juga pernah bergiat mengisi rubrik sastra di Harian Riau Pos. Pemikiran UU Hamidy sering berazaskan kepada penciptaan azam Melayu dan tamadun pemikiran Melayu yang dinamis dan prinsipil.

UU Hamidy juga memberikan perhatian dan kajian penting terhadap bahasa Indonesia, khususnya pemikiran dan kajiannya tentang sumbangan bahasa Melayu Riau kepada bahasa dan bangsa Indonesia. UU Hamidy mengupas latar belakang permasalahan tersebut di dalam bukunya yang berjudul Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu (2003).

Semasa kecilnya UU Hamidy sering merenungkan sifat-sifat alam yang pernah  dijelajahinya di sekitar desa tempat tinggalnya. Dari situ, Ia pun menulis memoarnya dalam sebuah buku yang berjudul Rahasia Penciptaan (2005).

Buku karya UU Hamidy sering dijadikan referensi bagi penulis yang akan mengupas seluk beluk tentang kebudayaan Melayu Riau. Bahkan tidak jarang para penulis saat akan menulis “jalur” dan “pacu jalur” di Kuantan Singingi memilih tulisan UU Hamidy sebagai referensi. (kkc/dikutip dari berbagai sumber)

 

Berita Terkait

Jalur Pangeran Hilir Rantau Kuantan dari Teluk Pauh Cerenti Juara Pacu Jalur Batang Peranap
Kuansing dan Inhu Masing-masing Menyisakan 3 Jalur Pada Hari Terakhir Pacu Jalur Batang Peranap
Pacu Jalur Tidak Masuk Dalam 100 Wonderful Event di Indonesia
Ngiang Kuantan dari Gunung Toar Sabet Mahkota Juara Lubuak Sobae
KPS Cerenti Optimis Eksavasi Situs Bukit Candi Berhasil
Balai Arkeologi Medan Eksavasi Situs Purbakala Bukit Candi di Pulau Jambu, Cerenti
Menelisik Perjalanan Busana Kuansing
Idrus Tintin Seniman Besar Riau Berdarah Kuansing
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2019 - 21:52 WIB

Jalur Pangeran Hilir Rantau Kuantan dari Teluk Pauh Cerenti Juara Pacu Jalur Batang Peranap

Minggu, 23 Juni 2019 - 15:45 WIB

Kuansing dan Inhu Masing-masing Menyisakan 3 Jalur Pada Hari Terakhir Pacu Jalur Batang Peranap

Senin, 18 Februari 2019 - 19:20 WIB

Pacu Jalur Tidak Masuk Dalam 100 Wonderful Event di Indonesia

Sabtu, 22 Juli 2017 - 19:06 WIB

Ngiang Kuantan dari Gunung Toar Sabet Mahkota Juara Lubuak Sobae

Senin, 17 April 2017 - 15:21 WIB

KPS Cerenti Optimis Eksavasi Situs Bukit Candi Berhasil

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB